Printer Ink Canon

Jumat, 16 April 2010

Renungan

From Damma Kumaro

Pagi itu klinik sangat sibuk, sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan, jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, “ dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? ” Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “ Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, ‘kan? ”

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding, “ Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku. ”

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki... “ Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan. ”

Selasa, 13 April 2010

Renungan

From Damma Kumaro

Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen di lantai 60, apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya, kemudian, tibalah hari yang dinanti, apartemen dambaan telah jadi dan selesai dengan baik, dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka.

Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain, “ nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh... " demikian pikir mereka.

Sesampainya mereka di sana, mereka menemui developer, ternyata apartemen itu baru setengah jadi dan lift belum terpasang, mereka sangat kecewa dibuatnya, mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis, dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat, mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.

Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya, lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh, timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka, lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya, " toh di atas kita tidak perlu telepon atau pesan apa-apa, " demikian menurut mereka.

Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka, " toh kita masih memakai baju. " lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. " soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya itu-itu saja. "

Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan, maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa, " toh tadi masih kenyang makan banyak. "

Di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan begitu saja, " toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain. "

Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya sebuah kasur, tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.



And so.... what's the point ?

Mungkin anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang, perjalanan itu melambangkan kehidupan, tiap lantai yang ada, melambangkan umur dan anda adalah keluarga tersebut, barang-barang tersebut adalah mimpi anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan anda.

Di umur 25 anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan anda, tanpa sadar anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial.

Di umur 30 anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi anda akibat sulitnya bersaing.

Di umur 35 anda mulai melupakan kesenangan yang anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi.

Di umur 45 anda berhenti makan makanan yang anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini.

Di umur 55 anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang anda lewati, anda mulai kuatir dengan masa depan anak anda.

Di umur 60, anda menyesal tidak banyak yang anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan. anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, anda tidak memiliki achievement yang bisa dibanggakan, anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat anda, anda tidak bisa menikmati hobi anda di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.

Hidup cuma datang sekali, jadi pastikan anda akan berjuang untuk mencapai mimpi-mimpi anda ! Jangan lepaskan, tapi usahakan, jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.

Dreaming is a freedom, so free your dreams.

PROGRAM APRIL YANG MANIS

Program april YANG MANIS
1. Spesial di bulan April:

Dapatkan JONAS WRAMELL BRUSH KIT seharga Rp.329rb
for FREEEE .......
dg melakukan order 75BP
(akumulasi) periode
3 ~ 30 april 2010.

2. April Catalogue Offer
halaman 4 dan 5;

Dapatkan GRATIS Tender Care :
dengan cara Lakukan order di katalog April senilai Rp. 99,000 bisa mendapatkan Optimals Seeing is Believing dengan harga Rp. 65,000 (dari harga Rp. 129,000). Berlaku kelipatan

Apabila nanti di bulan Mei melakukan order senilai Rp. 99,000, bisa mendapatkan Even Out dengan harga Rp. 65,000 (dari harga Rp. 129,000) akan langsung mendapatkan Tender Care GRATIS. Berlaku kelipatan

Jadi:
Contoh:

§ Bulan April membeli 1 Optimals Seeing is Believing + Mei membeli 1 Even Out àkan langsung mendapatkan 1 Tender Care gratis

§ Bulan April membeli 2 Optimals Seeing is Believing + Mei membeli 1 Even Out à langsung mendapatkan 1 Tender Care gratis

§ Bulan April membeli 2 Optimals Seeing is Believing + Mei membeli 2 Even Out àkan langsung mendapatkan 2 Tender Care gratis

§ Bulan April membeli 1 Optimals Seeing is Believing + Mei 2 membeli Even Out àkan langsung mendapatkan 1 Tender Care gratis

Testimoni

Melinda KS, Manager 15%, Jakarta

Belum lama aku bilang ke suamiku, aku target 5 tahun lagi ya kerja sama orang.. abis itu aku mau dirumah. Tapi gara-gara BOP kemaren, aku jadi mikir lagi ‘5 tahun lagi kok lama amaat ya? Padahal sekarang aja aku udah ‘gerah’ banget dikantor :p’ Trus akhirnya, pulang dari BOP aku bilang sama suamiku.. ‘targetku gak jadi 5 tahun aah.. kelamaan, at least tahun ini tahun terakhir aku kerja sama orang’ amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Doain ya temen2! Tau gak sih, pertama join Oriflame lewat dBC Network aku cuma mikir mau nyari tambahan aja.. tapi ternyata Oriflame ngasih aku lebih dari sekedar tambahan! Oriflame memang LUARRRRRR BIASAAAAAAAA! So buat temen-temen yang lain terutama dl-dl ku yang luar biasa… jangan pernah nyerah ya…yakin deh klo kita bisa! When there’s a will there’s a way!


Sigit Pramono, Manager 18%, Jogjakarta

Oh ya, cerita nih bonusku (boleh narsis dan bangga dong), bulan lain dapat 1.555.000,-, Lumayan besar buat aku, karena ini adalah bonus yang aku dapat, selain beberapa rupiah yang aku dapat dan barang perawatan tubuh mewah yang aku dapat.
Bonus ini aku dapat setelah berjuang di Oriflame yang terus terang aku jalankan secara Online saja. Secara di daerah aku kondisi kurang mendukung yaitu di daerah pedesaan (Wong petani dan buruh kok dandan) yang secara keadaan kurang mendukung, TAPI dengan adanya Online dBC Network maka bisnis ini bisa jalan dengan sukses dan bonusku nulai 3 bulan lalu dah diatas 1 juta.

Oh ya, di oriflame jika bonusnya lebih dari 1.100.000, maka otomatis dah dipajakin lo, Jadi kita termasuk orang yang taat bayar pajak pada pemerintah.

Ada mitos bahwa pria susah sukses di Oriflame, biasalah, dianggap banci kali ya. Tapi lewat dBC Network, anda tidak akan seperti itu. Sebagai pebisnis Online, dBC akan mengembangkan anda menjadi beronline dalam mengambangkan bisnisnya. So bagi pria akan jauh lebih mudah di Oriflame Lewat dBC Network.

Jadi, bagi pria, atau wanita apalagi, kesuksesan itu dah didepan mata anda lo lewat dBC Network. Yang menjadi masalah adalah, APAKAH ANDA MAU MENGGAPAINYA ATAU TIDAK??
Yang ingin dapat pasive income, baik anda pria atau wanita, dan ingin sukses, Ayo gabung Oriflame bersama dBC Network. Ditunggu Secepatnya, karena sebagai member, penawaran heboh akan banyak diberikan pada anda, mulai dari barang gratis, jalan jalan sampai item yang tidak dijual bebas.